• No se han encontrado resultados

Effects of Minimum Tillage on Physical

N/A
N/A
rindaaul utamii

Academic year: 2022

Share "Effects of Minimum Tillage on Physical"

Copied!
5
0
0

Texto completo

(1)

TUGAS KULIAH

TEKNOLOGI KONSERVASI SUMBERDAYA LAHAN

“Effects of Minimum Tillage on Physical and Biological Factors”

Kelas: F

Nama : Dian Nur Azzayanti NIM : 165040200111011

Dosen : Danny Dwi Saputra , SP., M.Si

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2018

(2)

1. Soil Moisture (Kelembaban Tanah)

Pengolahan tanah minimum dengan pemberian mulsa berpengaruh terhadap besarnya kehilangan air tanah, karena dengan olah tanah minimum kadar air tanah akan lebih dapat dipertahankan. Hasil penelitian Endriani (2010) menunjukkan bahwa teknik pengolahan tanah minimum lebih baik dalam menjaga kondisi air tanah dibandingkan bentuk pengolahan lainnya, hal ini dikarenakan hanya dilakukan satu kali pencangkulan serta ditutupi pula oleh mulsa sehingga proses penghancuran oleh butir-butir hujan berkurang dan bahaya erosi lebih kecil, yang akan berdampak pada meningkatnya air tersedia di dalam tanah. Mulsa yang ditambahkan juga dapat meningkatkan kelembaban tanah dan mengurangi pengaruh langsung sinar matahari yang aka berdampak terhadap penurunan suhu tanah dan laju penguapan. Selain itu dengan adanya pemberian mulsa, pasokan bahan organik akan bertambah yang mana bahan organik tersebut memiliki kemampuan yang tinggi dalam memegang air yakni 2-3 kali lebih besar dari bobotnya.

2. Soil Temperature (Suhu Tanah)

Hasil penelitian Rusu, et al., (2011) terhadap pengaruh sistem pengolahan tanah terhadap suhu tanah menunjukkan bahwa Sistem MT dan NT dapat mengurangi amplitudo termal pada 15 cm pertama tanah dan meningkatkan suhu tanah sebesar 0,5-2,2 oC

(3)

3. Soil Fertility (Kesuburan Tanah)

Hasil penelitian Burhannudin, et al., (2015) menunujukkan bahwa sistem olah tanah dapat mempengaruhi kesuburan tanah melalui hubungannya terhadap banyaknya unsur hara yang hilang tergantung pada besarnya konsentrasi unsur hara yang terbawa oleh erosi dan besarnya sedimen yang terjadi. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem olah tanah yang digunakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kehilangan N-Total, K-dd, Ca-dd, Mg-dd dan C-Organik, tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap kehilangan P- Tersedia. Pada sistem olah tanah minimum didapatkan total jumlah hara terangkut yang lebih kecil dibandingkan sistem oleh tanah konvensional. Hal ini dikarenakan tingkat erosi pada olah tanah konvensional lebih besar dibanding pada olah tanah minimum, sehingga total kehilangan P-Tersedia pada olah tanah konvensional lebih tinggi dari olah tanah minimum.

4. Soil Acidity (Kemasaman Tanah)

Hasil penelitian Kahlon M.S dan Singh Gurpreet (2014) menunjukkan bahwa pengaruh praktek persiapan lahan pada pH tanah tidak signifikan di kedua SL dan LS tanah. Namun, di antara praktik pengolahan tanah, pH tertinggi rata- rata ditemukan di bawah CT (7,27) diikuti oleh NT (7,19), RT (7,12) dan terendah di bawah HS (7,02) untuk tanah SL. Demikian pula, untuk tanah LS, pH tertinggi rata-rata diamati di bawah CT (7,43), diikuti oleh NT (7,34), RT (7,23) dan terendah yaitu HS (7,11). Islam , et al., (2015) juga menyatakan bahwa praktek pengolahan dengan retensi residu tanaman tidak berpengaruh signifikan terhadap sifat kimia tanah seperti pH, bahan organik tanah, kalium, fosfor dan konsentrasi nitrogen.

(4)

5. Pests And Disease (Hama Dan Penyakit)

Hasil penelitian Fitriyah, et al., (2016) menunjukkan bahwa interaksi antara sistem olah tanah dan pengelolaan gulma tidak berpengaruh terhadap kelimpahan nematoda pada pertanaman jagung. Tingginya kelimpahan nematoda parasit pada petak perlakuan OTM diduga berhubungan dengan kelimpahan gulma. Keberadaan akar gulma yang melimpah pada petak perlakuan OTM diperkirakan dapat menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan nematoda parasit tumbuhan karena akar tumbuhan merupakan sumber makanan bagi nematoda parasit.

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Burhannudin, Irwan S.Banuwa, dan I. Zulkarnain. 2015. Pengaruh sistem Olah Tanah dan Herbisida Terhadap Kehilangan Unsur Hara dan Bahan Organik Akibat Erosi di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Teknik Pertanian Lampung.

Vol.3, No. 3: 275-282.

Endriani. 2010. Sifat Fisika dan Kadar Air Tanah Akobat Penerapan Olah Tanah Konservasi. J. Hidrolitan., Vol 1 : 1 : 26 - 34, 2010.

Fitriyah, W. Ma’rifatul. I Gede Swibawa, dan Solikhin. 2016. Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Pengelolaan Gulma terhadap Kelompok Makan Komunitas Nematoda Tanah Pada Pertanaman Jagung di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Agrotek Tropika 4 (2):146-150, 2016.

Islam, Saiful. M. Abu S. dan M. Hossain. 2015. Effect of Conservation Tillage on Soil Chemical Properties in Rice-Maize Cropping System. The Agriculturists 13(2): 62-73 (2015).

Kahlon, M.s dan Singh Gurpreet. 2014. Effect of tillage practices on soil physico- chemical characteristics and wheat straw yield. International Journal of Agricultural Sciences Vol. 4 (10), pp. 289-293.

Rusu, Teodor. Paula Ioana Moraru, Ovidiu Ranta, Ioan Drocas, I.Bogdan, Adrian Ioan Pop dan M.L. Sopterean. No-Tillage and Minimum Tillage – their Impact on Soil Compaction, Water Dynamics, Soil Temperature and Production on Wheat, Maize and Soybean Crop. Bulletin UASVM Agriculture, 68(1)/2011.

Referencias

Documento similar