CAPÍTULO II: PROCEDIMIENTO PROPUESTO
2.3 S ELECCIÓN DE P RODUCTOS
2.3.2 Evaluación de Productos
ITM is engaged in the international coal mining business and recognises risks associated within this industry. Steps to identify, measure, and mitigate risk are integrated within planning and operations at all stages. Although the Risk Management Committee was formed to directly assist the BoD in the management of risk, continuous diligence by each business unit to maintain and update systems is central to our risk management strategy.
The Risk Management Committee convenes regularly to assess risk management efforts and coordinates with other compliance bodies to provide a comprehensive assessment. Part of the regular flow of information includes both monthly operational risk reports and quarterly non-operational risk reports. Should a particular risk indicator increase unexpectedly, immediate steps can be taken to address this increased risk.
Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Laporan Tahunan 2009 Annual Report
Di tahun 2009, seperti halnya pada tahun 2008, profil risiko Perusahaan berada pada kategori rendah.
Parameter risiko harga batubara memperlihat sedikit kenaikan seiring dengan ketidakpastian ekonomi global, sementara risiko yang terkait dengan kinerja kontraktor memperlihatkan penurunan. Timbulnya persyaratan lingkungan yang lebih ketat dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 32/2009 tentang Lingkungan Hidup diperkirakan tidak akan berdampak signifikan karena ITM secara keseluruhan telah senantiasa mematuhi berbagai peraturan lingkungan yang ada.
ITM melakukan pengelolaan risiko melalui pendekatan yang terpadu, dengan mengelompokkan risiko menjadi enam kategori yang berbeda: Risiko Keuangan, Risiko Bisnis Batubara, Risiko Regulasi, Risiko Kontraktor, Risiko Lingkungan, dan Risiko Sosial dan Masyarakat.
1. Risiko Keuangan • Risiko Kurs
Karena Perusahaan melakukan transaksi dalam berbagai valuta asing, Perusahaan melakukan upaya lindung-nilai untuk mengurangi risiko akibat pergerakan nilai tukar mata uang.
Perusahaan juga mengupayakan keseimbangan antara pendapatan dan biaya dalam valuta asing.
• Risiko Harga Batubara dan Bahan Bakar Minyak Melalui kontrak-kontrak swap batubara dan
bahan bakar minyak, Perusahaan berupaya memaksimalkan kepastian risiko fluktuasi harga bahan bakar minyak. Dengan selesainya pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar batubara di BoCT, Perusahaan akan dapat mengurangi risiko akibat fluktuasi harga energi global.
2. Risiko Bisnis Batubara • Risiko gejolak pasar batubara
Perubahan signifikan pada harga ataupun tingkat permintaan batubara dapat mempengaruhi arus kas Perusahaan. Risiko ini dapat diminimalkan melalui kontrak-kontrak penjualan jangka panjang yang ditandatangani sebelum tahun pengiriman.
Kontrak-kontrak ini, baik yang berdasarkan harga indeks pasar maupun harga non-indeks, meliputi sekitar 50% dari penjualan batubara Perusahaan di tahun 2009. Upaya perluasan basis pelanggan juga telah mengurangi risiko dari fluktuasi permintaan batubara.
• Risiko Kualitas dan Pengiriman Batubara Penerapan standar ISO telah mengurangi risiko
terkait kualitas dan pengiriman batubara.
Risiko kualitas batubara telah berkurang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir ini sejak
In 2009, our overall risk profile was in the low category as it was in 2008. The Coal Price Risk parameter edged up slightly in 2009 due to global economic uncertainty, while due to contractor management changes, risk associated with contractor performance decreased. A strengthening of the Environmental Law No. 32/2009, should not have substantive effect as ITM continuously remains in full compliance with environmental regulations.
ITM assesses risk through an integrated method; though, for the purposes of organisation, ITM separates risk into six main sections: Financial Risk, Coal Business Risk, Regulatory Risk, Contractor Risk, Environmental Risk, and Social and Community Relations Risk.
1. Financial Risk • Exchange Risk
As it deals in foreign currencies, the Company adopts hedging to reduce exposure to shifts in currency valuations. Balance between foreign currency earnings and costs can also be maintained.
• Coal and Fuel Price Risk
By using coal swaps and gas & oil swaps, the Company try to mitigate risk of price fluctuations.
The completion of the captive coal fired power plant at BoCT will further reduce exposure to fluctuating global energy prices.
2. Coal Business Risk • Coal Market Volatility Risk
Significant changes to either coal prices or coal demand pose a threat to cash flow. To minimise this, long-term sales contracts, signed more than a year previous to delivery, stand at around half of coal sold in 2009, including both market indexed and non-indexed pricing. A steady growth of customer base has also succeeded in reducing risk of large coal demand fluctuations.
• Coal Quality & Delivery Risk
To guard against problems in coal quality and delivery, ISO standards have been put in place. Coal quality assurance risk has decreased in the last
Laporan Tahunan 2009 Annual Report
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility | Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
beroperasinya Laboratorium Batubara Bontang yang mampu melakukan pengetesan di lokasi untuk memeriksa kualitas batubara sebelum pengiriman. Proyek peningkatan kapasitas BoCT berdampak pada peningkatan risiko pengiriman batubara apabila terjadi masalah selama masa konstruksi. Perusahaan telah mempersiapkan jalur-jalur pengapalan alternatif untuk mengantisipasi penutupan sementara operasional terminal batubara tersebut, termasuk mekanisme pemuatan di lepas pantai, dan pengalihan pemuatan ke pelabuhan-pelabuhan di PT Jorong Barutama Greston, Samarinda, dan lain-lain. Penerapan sistem-sistem TPM di PT Indominco Mandiri (termasuk di BoCT) telah dapat mengurangi risiko terkait dengan kegagalan peralatan atau sistem peralatan.
• Risiko Cuaca
Pulau Kalimantan mengalami curah hujan yang tinggi dari waktu ke waktu. Curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan perlambatan atau penghentian pekerjaan penambangan, kegagalan peralatan penambangan, dan banjir di jalur angkutan darat batubara. Untuk meminimalkan risiko-risiko ini, aktivitas produksi dijadwalkan berdasarkan prakiraan cuaca untuk mencapai keseimbangan antara permintaan dan persediaan batubara. Selain itu, ITM juga melakukan investasi pada saluran drainase, konstruksi jalan-jalan yang lebih baik, serta lansekap lahan, untuk memperkecil dampak turunnya hujan pada aktivitas produksi.
3. Risiko Regulasi
Perusahaan senantiasa mematuhi berbagai peraturan di tingkat lokal, regional maupun nasional. Namun demikian, perubahan ataupun perbedaan interpretasi atas peraturan-peraturan tersebut dapat sewaktu-waktu mengharuskan dilakukannya perubahan pada prosedur operasional. Perusahaan memiliki departemen Hukum serta konsultan hukum eksternal yang mengevaluasi aspek-aspek hukum dan merekomendasikan langkah-langkah yang sesuai.
4. Risiko Manajemen Kontraktor
Sekitar 83% dari aktivitas penambangan batubara ITM dilakukan oleh kontraktor penambangan independen. Penerapan perangkat CMS telah membantu meningkatkan produktivitas maupun keselamatan kerja. Selain itu, rasionalisasi di beberapa kontraktor penambangan juga telah meningkatkan kualitas pengawasan atas kinerja kontraktor. Dalam dua tahun terakhir,ini, langkah-langkah tersebut telah berhasil mengurangi tingkat risiko manajemen kontraktor.
two years in part due to the new on-site Bontang Coal Laboratory, which has been able to accurately and speedily test all coals prior to delivery. Current expansion of the BoCT has increased delivery risk due to potential construction related events. However, a variety of alternate shipping facilities are available to ship coal in the event of a BoCT shut-down.
These include mechanisms for sea-loading, and re-directing ships to ports in PT Jorong Barutama Greston, Samarinda and others. The completion of TPM systems at PT Indominco Mandiri (including the BoCT) has also reduced risk associated with equipment and/or equipment systems failure, largely due to reduced equipment systems failure because of TPM (the TPM Effect).
• Weather Risk
The island of Borneo is at times a very rainy place.
The risks associated with unusually heavy rains include work slowdown or stoppage, equipment failure, and road wash-outs. To minimise these risks, production scheduling based on weather prediction balances demand and inventorying costs to ensure targets are met regardless of extraordinary rains. In addition, ITM has invested in ditches, improved road construction and re-landscaping to prevent rains from interfering too significantly in the production process.
3. Regulatory Risk
The Company at all times complies fully with all local, regional and national laws and regulations.
However, changes to regulation or disagreements over interpretation may at times increase costs or necessitate changes in operating procedures. Both the Company’s legal team and outside legal counsel are on hand to evaluate all legalities and recommend appropriate action.
4. Contractor Management Risk
Roughly 83% of all ITM coal is mined by independent contractors. The recent institution of the CMS has helped increase productivity and safety. Also, a downsizing of the number of different contractors has allowed better oversight of performance quality. These improvements have reduced this risk parameter considerably over the last two years.
Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Laporan Tahunan 2009 Annual Report
Partisipasi perusahaan kontraktor lokal terlihat meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi kontraktor bersangkutan. Namun, peningkatan kapabilitas kontraktor lokal untuk memenuhi kebutuhan operasional masih memerlukan waktu, mengingat kompleksitas faktor-faktor yang terkait seperti SDM, peralatan, lingkungan dan sistem.
Melalui CMS, ITM mengadakan program peningkatan kompetensi guna memenuhi kewajibannya untuk meningkatkan partisipasi kontraktor lokal.
5. Risiko Lingkungan
Perusahaan melakukan kajian aspek lingkungan yang dipersyaratkan pada seluruh tahapan operasionalnya yaitu tahap pra-operasi, operasi, dan pasca-operasi.
Proses pemindahan material kupasan dan ekstraksi batubara mempunyai dampak kepada lingkungan.
Perusahaan memiliki komitmen untuk mengembalikan kondisi lingkungan sebagaimana disyaratkan oleh peraturan maupun untuk memenuhi harapan stakeholders. Limbah proses penambangan tambang juga ditangani sesuai peraturan regulator yang relevan.
• Tahap pra-operasi
Kajian AMDAL dilakukan pada lokasi tambang potensial untuk dievaluasi oleh badan-badan Pemerintah yang terkait. Termasuk dalam kajian ini adalah dokumen rencana pengelolaan dampak lingkungan dan dokumen pemantauan lingkungan yang akan dilakukan sepanjang periode operasional tambang.
• Tahap operasi
Pada tahap ini dilakukan aktivitas pemantauan dan rekomendasi untuk perubahan prosedur operasional apabila dipandang perlu. Risiko timbul pada tahap ini akibat perubahan-perubahan di lokasi yang dapat berbeda dari perencanaan semula. Namun demikian, setiap perubahan pada besaran produksi maupun proses-proses produksi dibahas dan disetujui bersama dengan pihak-pihak regulator yang terkait sebelum diimplementasikan. Kepatuhan terhadap persyaratan penghijauan kembali dipantau setiap tahun.
• Tahap pasca-operasi
Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 18/2008, ITM telah menyusun Dokumen Penutupan Tambang yang merinci langkah-langkah yang dilakukan dalam rehabilitasi lahan pasca-penambangan. Evaluasi berkala terhadap kemajuan proses rehabilitasi lahan dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan rencana semula. Komunikasi dengan berbagai pihak yang terkait juga dilakukan untuk memastikan tercapainya sasaran-sasaran aspek lingkungan yang telah ditetapkan.
Expertise generated by some local contractors has ensured increased participation for these local firms;
however, the complexity of human, equipment, environmental and systemic factors have shown that time is required to increase local contractor capability in line with operational demands. ITM has within the CMS an expertise enhancement program to fulfil its obligation to improve local contractor participation.
5. Environmental Risk
Required environmental studies and assessments are conducted on all operations and are divided into three stages: Pre-operation, Operation, and Post-operation. The removal of overburden and extraction of coal necessarily disrupts the environment and the Company’s commitment to the restoration of the environment not only complies with regulations but seeks to meet expectations of all stakeholders. As well, industrial discharges are handled according to government regulations.
• Pre-Operation Stage
An EIA is conducted on a projected site and reviewed with government bodies. Included within this assessment are an environmental damage mitigation plan and an environmental monitoring plan covering the duration of the operation.
• Operation Stage
At this stage, monitoring is on-going and changes to procedures can be recommended. Risk is involved at this stage as changes on the ground may require deviation from plan. However, changes in production levels and processes are fully discussed with relevant government bodies and agreed upon before proceeding. Compliance with re-forestation requirements is monitored on a yearly basis.
• Post-Operation Stage
ITM has produced Mine Closure Documents, in compliance with Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 18/2008, to detail final anticipated steps for final restoration of the land. On going assessments of the progress of rehabilitation will help ensure that ITM has conformed to its plans.
Communication with interested parties will also help to assess whether agreed upon environmental goals have been met.
Laporan Tahunan 2009 Annual Report
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility | Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
6. Risiko Sosial dan Masyarakat
ITM dan anak-anak perusahaannya melakukan berbagai aktivitas program Pengembangan Masyarakat sebagai bagian dari perwujudan CSR.
Komunikasi intensif dengan komunitas lokal telah mampu mengurangi risiko terjadinya konflik sosial, meningkatkan dampak positif dari aktivitas penambangan bagi komunitas, dan menjaga nama baik Perusahaan.