KONJUG SI KONJUG SI V
V KSIN KSIN D D N N RE RE GEN GEN
DOSEN PENGAMPU:
DOSEN PENGAMPU:
D D
rr
. MEIRIZA DJOHARI, M. K . MEIRIZA DJOHARI, M. K
es es
., APT
., APT
Kelompok 3 Kelompok 3
•
•
Ai Ai n nun un nu nu ra rain in nu nu rd rdin in
•
•
Elsa etavianti Elsa etavianti
•
•
El Elsa na sa nati tia a ri rind ndian ian a a
•
•
S Sr ri r i ra au ud do oh h r re ez zk ki i M MR R
•
•
In Inta tan n pu purm rm al alat atiw iwi i
•
•
Liza elvira Liza elvira
•
•
1801122 1801122
•
•
1601098 1601098
•
•
1601099 1601099
•
•
1601121 1601121
•
•
1601105 1601105
•
•
1601133 1601133
KONJUGASI KONJUGASI
VAKSIN VAKSIN
VAKSIN VAKSIN KONJUGASI KONJUGASI
REAGEN REAGEN REAGEN
REAGEN KONJUGASI KONJUGASI
SUB BAHASAN
SUB BAHASAN
munisasi munisasi
Definisi Definisi Imunisasi Imunisasi
Imunisasi adalah suatu upaya untuk Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu seseorang secara aktif terhadap suatu
penyakit, sehingga bila suatu saat penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya
tidak akan sakit atau hanya mengalami mengalami sakit ringan.
sakit ringan.
Menteri Kesehatan R
Menteri Kesehatan Republik Indonesia epublik Indonesia Nomor 42 Nomor 42 TTahun 2013ahun 2013
Sejarah imunisa
Sejarah imunisasi si
Mithridates Eupatoris VI seorang raja di Pontis Yunani Mithridates Eupatoris VI seorang raja di Pontis Yunani
menemukan cara agarseor
menemukan cara agarseorang ahli ang ahli kebal terhadap racun. Tindakankebal terhadap racun. Tindakan imnunisasi tersebut dinamakan
imnunisasi tersebut dinamakan mitridatisasi.mitridatisasi.
Jenner (1796) memperkenalkan cara-cara melindungi orang Jenner (1796) memperkenalkan cara-cara melindungi orang terhadap penyakit cacar yang lebih ilmiah dengan metode yang terhadap penyakit cacar yang lebih ilmiah dengan metode yang
disebut vaksinasi.
disebut vaksinasi.
pengamat
pengamatan Jenner an Jenner pada penularan penyakit melepuh pada kaki-pada penularan penyakit melepuh pada kaki- kaki kuda para petani kepada sapi perah yang menimbulkan infeksi kaki kuda para petani kepada sapi perah yang menimbulkan infeksi
pada puting susunya. Dengan demikian para gadis
pada puting susunya. Dengan demikian para gadis pemerahpemerah susupun tertular. Anehnya para gadis tersebut tidak pernah susupun tertular. Anehnya para gadis tersebut tidak pernah tertular penyakit cacar yang sedang mewabah pada masa itu.
tertular penyakit cacar yang sedang mewabah pada masa itu.
Klasifikasi Imunisasi Klasifikasi Imunisasi
1. Imunisasi 1. Imunisasi
Aktif Aktif
2. Imunisasi 2. Imunisasi
Pasif Pasif
ppeemmbbeerriiaann zzaatt sseebbaaggaaii aannttiiggeenn yyaanngg d
diihhaarraappkkaann aakkaann tteerrjjaaddii ssuuaattuu pprroosseess iinnffeekkssii b
buuaattaann sseehhiinnggggaa ttuubbuuhh mmeennggaallaammii rreeaakkssii iimmuunnoollooggii ssppeessiiffiikk yyaanngg aakkaann mmeenngghhaassiillkkaann rreessppoonn sseelluulleerr ddaann hhuummoorraall sseerrttaa ddiihhaassiillkkaann ce
cell ll mememomory ry ,, sseehhiinnggggaa aappaabbiillaa bbeennaarr––benarbenar tteerrjjaadidi iinnffeekkssii mmakakaa ttuubbuuhh sseeccaarraa cceeppaatt dadapapatt merespon.
merespon.
m
meemmbbeerriikkaann iimmuunnoogglloobbuulliinn ((kkeekkeebbaallaann yyaanngg ssuuddaahh jjaadidi)) kkeepapaddaa ttuubbuuhh sseesseeoorraanngg sseehhiinnggggaa d
daappaatt mmeemmbbeerriikkaann ppeerrlliinndduunnggaann ddeennggaann sseeggeerraa ddaann cceeppaatt yyaanngg sseerriinnggkkaallii ddaappaatt tteerrhhiinnddaarr ddaarrii kkeemmaattiiaann ((AAbbbbaass eett aall,, 22000011 da
dann GrGrababenenststeiein,n, 2002006)6)..
1. Imunisasi 1. Imunisasi
Aktif Aktif
2. I
2. Imunisas munisasii Pasif
Pasif
Jenis-jenis imunisasi aktif buatan Jenis-jenis imunisasi aktif buatan
•
•
Imunisasi BCG Imunisasi BCG
•
•
Imunisasi DPT Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, (Difteri, Pertusis, Tetanus).
Tetanus).
•
•
Imunisasi polio Imunisasi polio
•
•
Imunisasi campak Imunisasi campak
•
•
Imunisasi hepatitis B Imunisasi hepatitis B
•
•
Imunisasi MMR Imunisasi MMR
•
•
Imunisasi tifoid Imunisasi tifoid
•
•
Imunisasi Hib Imunisasi Hib
•
•
Imunisasi hepatitis A Imunisasi hepatitis A
•
•
Imunisasi cacar air Imunisasi cacar air
•
•
Imunisasi influenza Imunisasi influenza
Jenis-jenis imunisasi pasif buatan Jenis-jenis imunisasi pasif buatan
Imunisasi pasif secara alamiah
Imunisasi pasif secara alamiahdapat terjadi melalui :
dapat terjadi melalui :
•
•
Imunisasi maternal melalui Imunisasi maternal melalui plasenta
plasenta
•
•
Imunisasi maternal melalui Imunisasi maternal melalui colostrum
colostrum
Imunisasi pasif buatan Imunisasi pasif buatan
m
me en ny yu un nttiik ka an n a an nttiib bo od dii tte errtte en nttu u k ke ed da alla am m ttu ub bu uh h ses
seseor eorang ang ya yang ng mem memerl erluk ukan an a
an nttiib bo od di i sse eg ge erra a u un nttu uk k meng
mengatas atasi i kea keadaan daan defis defisiensi iensi antibodi didalam
antibodi didalam tubuhnya tubuhnya..
•
• Tetanus immune globuin Tetanus immune globuin (TIG) (TIG)
•
• Varicella zaster immune globulin Varicella zaster immune globulin (VZIG)
(VZIG)
•
• Rabies immune globulin Rabies immune globulin (RIG) (RIG)
•
• Hepatitis Bimmune globulinHepatitis Bimmune globulin (HBIG)(HBIG)
•
• Vaccina immune globulinVaccina immune globulin (VIG)(VIG)
Prinsip ekanisme Prinsip ekanisme Vaksinasi
Vaksinasi
Vaksinasi
Vaksinasi (immunoprophylaxis) (immunoprophylaxis) b be errttu ujju ua an n u un nttu uk k membangkitkan imunitas yang efektif sehingga terbentuk membangkitkan imunitas yang efektif sehingga terbentuk efektor imunitas dan sel-sel memory.
efektor imunitas dan sel-sel memory.
V
Va ak kssiin na assii iin nii m me erru up pa ak ka an n iim mu un niissa assii a
ak kttiiff,, k ka arre en na a ttu ub bu uh h d diip piiccu u a ag ga arr m
me ella an ng gssu un ng gk ka an n p prro osse ess rre essp po on n iim mu un n y ya an ng g m me en ng gh ha assiillk ka an n ter
terben bentukn tuknya ya ef efekt ektor or imun imunita itas. s.
Sering dilakukan Sering dilakukan vaksinasi makin vaksinasi makin banyak jumlah banyak jumlah
sel memory sel memory yang terbentuk yang terbentuk
PRINSIP PRINSIP
MEKANISME MEKANISME VAKSINASI VAKSINASI
(Sumber: vaccine fact book 2012) (Sumber: vaccine fact book 2012)
(Sumber: vaccine fact book,2012) (Sumber: vaccine fact book,2012)
Apabila hewan/manusia dihadapkan pada pengenalan Apabila hewan/manusia dihadapkan pada pengenalan terhadap imunogen yang sama untuk kedua kalinya terhadap imunogen yang sama untuk kedua kalinya sesudah beberapa minggu, beberapa bulan atau bahkan sesudah beberapa minggu, beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian setelah respon imun primer, beberapa tahun kemudian setelah respon imun primer, terjadilah respon imun sekunder yang d
terjadilah respon imun sekunder yang dipercepat dengan ipercepat dengan ciri-ciri yaitu lebih cepat munculnya sel-sel
ciri-ciri yaitu lebih cepat munculnya sel-sel
imunokompeten dan produksi antibodinya bagi respon imunokompeten dan produksi antibodinya bagi respon
imun humoral.
imun humoral.
A
Appaabbiilla a ppeennyyuunnttiikkaan n iimmuunnooggeenn (vaksin) itu terlalu cepat, yaitu pada (vaksin) itu terlalu cepat, yaitu pada sa
saat at dadalalam m seserurum m mamasisih h teterdrdapapatat a
annttiibbooddi i ccuukkuup p bbaannyyaakk, , mmaakkaa imunogen yang disuntikkan tersebut imunogen yang disuntikkan tersebut a
akkaan n sseeggeerra a bbeerreeaakkssi i ddeennggaann a
annttiibbooddi i yyaanng g ssppeessiiffiik k sseehhiinnggggaa im
imununogogen en yayang ng babaru ru didisusuntntikikkakann tidak dapat membangkitkan respon tidak dapat membangkitkan respon imun sekunder.
imun sekunder.
A
Appaabbiilla a ppaadda a ppeemmbbeerriiaann iimmuunnooggeen n tteerrsseebbuut t ddaappaatt me
membmbanangkgkititkakan n rerespspon on imimunun,, m
maakka a pprroossees s tteerrsseebbuutt dinamakan
dinamakan r reessppoon n iimmuunn sekunder
sekunder atauatau responrespon anamnestik
anamnestik
imun sekunder.
imun sekunder.
VAKSIN VAKSIN
Vaksin Berasal Dari Bahasa Latin Vaksin Berasal Dari Bahasa Latin
Vacca (sapi)
Vacca (sapi) Vaccinia (cacar sapi)Vaccinia (cacar sapi)
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu
menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehinggapenyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh
organisme alami atau liar organisme alami atau liar
Vaksin adalah sediaan yang mengandung zat antigenik yang Vaksin adalah sediaan yang mengandung zat antigenik yang mampu menimbulkan kekebalan aktif dan khas pada manusia.
mampu menimbulkan kekebalan aktif dan khas pada manusia.
Vaksin dapat dibuat dari bakteri, riketsia atau virus dan dapat Vaksin dapat dibuat dari bakteri, riketsia atau virus dan dapat
berupa suspense organisme hidup atau inaktif atau berupa suspense organisme hidup atau inaktif atau
fraksifraksinya atau toksoid fraksifraksinya atau toksoid (Farmakope Indonesia edisi IV).
(Farmakope Indonesia edisi IV).
Vaksin mengandung sejumlah kecil agen yg menyerupai Vaksin mengandung sejumlah kecil agen yg menyerupai mikroorgan
mikroorganisme isme tertentu. tertentu.
•
•
A Ag ge en n a ak ka an n m me en nssttiim mu ulliir r ssiisstte em m iim mu un n ttu ub bu uh h u un nttu uk k me
meng ngen enal al ag agen en as asin ing g te ters rseb ebut ut , , me memb mbun unuh uhny nya a , , da dan n mengingatnya,
mengingatnya,
•
•
S Se eh hiin ng gg ga a b biilla a a ad da a a ag ge en n y yg g ssa am ma a tte errsse eb bu ut t m ma assu uk k kedalam tubuh dengan mudah akan dibunuhnya
kedalam tubuh dengan mudah akan dibunuhnya
Fungsi vaksin Fungsi vaksin
Sebagai Sebagai profilaksis profilaksis
Sebagai Sebagai therapeutik therapeutik
meningkatkan kekebalan meningkatkan kekebalan
terhadap penyakit dan terhadap penyakit dan
mencegahnya mencegahnya
Untuk pengobatan Untuk pengobatan
penyakit
penyakit
Syarat
Syarat vaksin yang baik vaksin yang baik
1. Mampu meningkatkan respon 1. Mampu meningkatkan respon imun terhadap penyakit tertentu imun terhadap penyakit tertentu (TB-
(TB-CMI; bakteri CMI; bakteri Ig)Ig)
2. Mempunyai daya proteksi yg 2. Mempunyai daya proteksi yg lama
lama
→→Idealnya masa Idealnya masa hidupnya lama
hidupnya lama
3. Aman
3. Aman
→→Tdk Tdk
menimbulkan penyakit menimbulkan penyakit
4. Stabil
4. Stabil
→→Tdk berubah dlm Tdk berubah dlm penyimpanan
penyimpanan seblm seblm diberikan
diberikan
5. Relative murah
5. Relative murah
Jenis-Jenis Vaksin Jenis-Jenis Vaksin
Berdasarkan sumber vaksin
Berdasarkan sumber vaksin Berdasarkan cara pembuatan Berdasarkan cara pembuatan dan pengembangannya dan pengembangannya
Mikroorganisme Mikroorganisme
Mati Mati
Organisme yang Organisme yang
dilemahkan dilemahkan
Pemurnian Pemurnian
Antigen Antigen Protektif Protektif Dalam Vaksin Dalam Vaksin
Anti-idiotipe Anti-idiotipe
Vaksin hidup Vaksin hidup ((live attenuatedlive attenuated
vacine vacine ) )
Vaksin Mati (Killed Vaksin Mati (Killed Vaccine/ Inactiveted Vaccine/ Inactiveted
Vaccine) Vaccine)
Vaksin Konjugat Vaksin Konjugat Vaksin
Vaksin Rekombinan Rekombinan Vaksin toksoid Vaksin toksoid
Vaksin DNA Vaksin DNA
1. Mikroorganisme Mati 1. Mikroorganisme Mati
Cara yang paling sederhana untuk merusak kemampuan mikrobaCara yang paling sederhana untuk merusak kemampuan mikroba membuat sakit inang, tetapi tetap antigenik, yaitu dengan mencegah membuat sakit inang, tetapi tetap antigenik, yaitu dengan mencegah
perbanyakannya melalui pembunuhan dengan cara tertentu.
perbanyakannya melalui pembunuhan dengan cara tertentu.
Contoh untuk vaksin yang mengandung organisme mati: Contoh untuk vaksin yang mengandung organisme mati: tifoidtifoid (dicampur dengan paratyphoid A dan B), koler
(dicampur dengan paratyphoid A dan B), kolera dan virusa dan virus poliomyelitis (Salk).
poliomyelitis (Salk).
2. Organisme yang dilemahkan 2. Organisme yang dilemahkan
Tujuan me Tujuan melemahkan organisme yaitu untuk memodifikasi organismelemahkan organisme yaitu untuk memodifikasi organisme agar bertingkah laku tetap alami seperti organisme asli tanpa agar bertingkah laku tetap alami seperti organisme asli tanpamenyebabkan sakit yang berarti.menyebabkan sakit yang berarti.
Berdasarkan sumber vaksin Berdasarkan sumber vaksin
cc. Pemurnian Antig . Pemurnian Antigen Protektif en Protektif Dalam Dalam Vaksin
Vaksin
Cara mengidentifikasi antigen prCara mengidentifikasi antigen protektif akan dipermudah apabilaotektif akan dipermudah apabila antigen tersebut membangkitkan respons imun humoral.
antigen tersebut membangkitkan respons imun humoral.
Dengan mencoba sejumlah Dengan mencoba sejumlah antibodi yang dihasilkan dapatlahantibodi yang dihasilkan dapatlah kemudian diten
kemudian ditentukan antibtukan antibodi yang protektif odi yang protektif yang yang dibutuhkandibutuhkan..
Antibodi yang protekti Antibodi yang protektif tersebut selanjutnya dipakaf tersebut selanjutnya dipakai untuki untuk memisahkan antigen protektif dari antigen yang lain.
memisahkan antigen protektif dari antigen yang lain.
d. Anti-idiotipe d. Anti-idiotipe
Idiotipe ini terdapat pada daerah Fab . Idiotipe ini terdapat pada daerah Fab .
Apabila idiotipe ini membangkitkan respons humoral Apabila idiotipe ini membangkitkan respons humoral,, maka antibodi yang terbentuk, anti-idiotipe, akan maka antibodi yang terbentuk, anti-idiotipe, akan mempunyai struktur Fab yang mirip dengan antigen mempunyai struktur Fab yang mirip dengan antigen
semula.
semula.
1. Vaksin hidup (
1. Vaksin hidup ( live attenuated vacine live attenuated vacine ))
Jenis
Jenis jenis jenis Vaksin Vaksin Berdasarka Berdasarka n cara pemb n cara pemb uatan uatan dan peng dan pengemban emban gann gannya ya
Yaitu vaksin yang terdiri dari kuman atau virus yang dilemahkan, masih antigenic Yaitu vaksin yang terdiri dari kuman atau virus yang dilemahkan, masih antigenic
akan tetapi tidak fatogenik sehingga tidak be
akan tetapi tidak fatogenik sehingga tidak bersifat virulen. rsifat virulen.
Oleh karena vaksin yang di berikan sesuai infeksi alamiah (oral), virus dalam Oleh karena vaksin yang di berikan sesuai infeksi alamiah (oral), virus dalam vaksin akan hidup dan berkembang baik diepitel saluran cerna, sehingga akan vaksin akan hidup dan berkembang baik diepitel saluran cerna, sehingga akan memberikan kekebalan local.
memberikan kekebalan local.
Contohnya yaitu vaksin polio (Sabin), vaksin measles,mumps, dan rubella
Contohnya yaitu vaksin polio (Sabin), vaksin measles,mumps, dan rubella (MMR) (MMR)
Kel
Kelebi ebihan han dan dan ke kekur kurang angan v an vaks aksin in hid hidup up
livelivettenu ted v cine ttenu ted v cine
))
e
elleebbiih h n n eekkuur r nng g nn 1
1.. DDaappaatt mmeennggaakkttiiffkkaann sseelluurruuhh pprroosseess ssiisstteemm im
imununununtutukkmemempmproroduduksksiiigigGGdadannigigAA 2
2.. DDaappaatt mmeenniinnggkkaattkkaann rreessppoonn iimmuunn uunnttuuk k mel
melindindungungii tubtubuhuh terhterhadaadapp antantigeigenn 3
3.. KKeekkeebbaallaann ttuubbuuhh bbeerrllaannggssuunngg ddaallaamm wwaakkttuu ya
yangnglelebibihh lalamamadadanndadapapattbeberereakaksisisisilalangng.. 4.
4. BBiaiayyaa prprododukuksisi vavakkssinin lelebibihh mmururahah 5.
5. LeLebibihhcecepapatt dadalalammmmenenimimbubulklkananrerespspononimimunun 6
6.. LLeebbiihh mmuuddaahh uunnttuukk ddiigguunnaakkaann,, mmiissaallnnyyaa vaksin
vaksin poliopolio dandan vaksinvaksin adenovirusadenovirus yang yang dig
digunaunakankan secsecaraara oraloral 7.
7. LeLebibihhmumudadahh uuntntukukddididisistrtribibususikikanan 8
8.. DDaappaatt ddiigguunnaakkaann uunnttuukk mmeennggeelliimmiinnaassii b
beebbeerraappaa jjeenniiss vviirruuss yyaanngg bbeerrjjaannggkkiitt ddii masyarakat
masyarakat
1.
1. KeKemunmungkigkinan dnan dapaapat tert terjadjadi muti mutasiasi, se, sehinhinggagga kembali menjadi virulen
kembali menjadi virulen 2.
2. PePenynyebebaraaran vakn vaksisin vin virurus yans yang tig tidadakk terstandarisasi dengan baik dan terstandarisasi dengan baik dan kemungkinan bermutasi
kemungkinan bermutasi 3.
3. VirVirus yaus yang ding dilemlemahkahkan tan tidaidak dapk dapat dat dibeiberikrikanan pada penderita imunodefisiensi
pada penderita imunodefisiensi 4.
4. KadKadangangkalkala ta tidaidak dk dapaapat bt berfunerfungsi gsi optoptimaimall jika digunakan pada daerah tropis
jika digunakan pada daerah tropis
2. Vaksin Mati (Killed Vaccine/ Inactiveted Vaccine) 2. Vaksin Mati (Killed Vaccine/ Inactiveted Vaccine)
Vaksin mati ini tidak patogenik dan tidak berkem
Vaksin mati ini tidak patogenik dan tidak berkembang biak dalam tubuh. bang biak dalam tubuh.
Vaksin ini selalu membutuhkan dosis multiple.
Vaksin ini selalu membutuhkan dosis multiple.
Oleh karena itu diperlukan pemberian beberapa kali.
Oleh karena itu diperlukan pemberian beberapa kali.
Pada umumnya protektif, tetapi hanya memacu
Pada umumnya protektif, tetapi hanya memacu atau menyiapkan sistem imun. atau menyiapkan sistem imun.
Respon imun protektif baru timbul setelah
Respon imun protektif baru timbul setelah dosis kedua atau ketiga dosis kedua atau ketiga
Jenis
Jenis jenisjenis VaksinVaksin BerdasaBerdasarkan cara pemburkan cara pembuatan dan pengeatan dan pengembanmbangannygannyaa
Kel
Kelebi ebihan da han dan keku n kekuran rangan va gan vaksi ksin Mati n Mati Kil Killed Va led Vacci ccine/ ne/
In
Inac acti tive vete tedd Va Vacc ccin ine) e)
K
Keelleebbiihhaann
K
Keekkuurraannggaann1.
1. Dapa Dapat m t memb emberik erikan an re respo spon n imun humoral jika diberikan imun humoral jika diberikan vaksinasi ulang(booster)
vaksinasi ulang(booster) 2.
2. Tida Tidak t k terj erjadi adi mut mutasi asi at atau au reverse menjadi virulen reverse menjadi virulen kembali
kembali 3.
3. Dap Dapat d penderita imunodefisiensi penderita imunodefisiensi at digu iguna naka kan un n untu tuk k 4.
4. Dapa Dapat dig t diguna unaka kan de n deng ngan ba an baik ik pada daerah tropis
pada daerah tropis
1.
1. Ka Kadan dangk gkala v ala vaks aksin tida in tidak dapa k dapatt merangsang kekebalan
merangsang kekebalan 2.
2. Meme Memerluk rlukan an peng pengula ulang ngan an vaksinasi (booster)
vaksinasi (booster) 3.
3. Ku Kurran ang b g baik aik da dalam lam
meningkatkan respon imun meningkatkan respon imun lokal (IgA)
lokal (IgA) 4.
4. Bia Biaya p ya prod roduk uksi va si vaks ksin mah in mahal al
3. Toksoid 3. Toksoid
m
meerruuppak akan an ttookkssiinn yyan angg ttel elah ah ddiiiinnak akttiiffkkan an at ataauu ddiim mat atiikkaann un unttuukk m meem mpper erttah ahaannkkan an tu
tubu buhh da dari ri to toks ksin in ya yang ng di dike kelu luar arka kann ol oleh eh mi mikr kroo oorg rgan anis isme me..
Co
Cont ntoh ohny nya: a: To Toks ksoi oidd te teta tanu nuss da dann di dift fter erii ya yang ng te tellah ah llam amaa ddiigu gunnak akan an un untu tukk iimu muni nisa sasi si ddaassar ar an anak ak ddan an ba bayyii
Vaksin ini dibuat untuk meningkatkan efektifitas vaksin yang terbuat dari
Vaksin ini dibuat untuk meningkatkan efektifitas vaksin yang terbuat dari komponen komponen polisakarida selubung mikroorganisme.
polisakarida selubung mikroorganisme.
Biasanya vaksin ini di ko
Biasanya vaksin ini di kombinasi dengan toxoid difteri sehingga menghasilkan vaksin mbinasi dengan toxoid difteri sehingga menghasilkan vaksin yang bersifat polivalen,di mana dalam satu kemasan vaksin terdapat dua atau tiga yang bersifat polivalen,di mana dalam satu kemasan vaksin terdapat dua atau tiga jenis fragmen antigenik.
jenis fragmen antigenik.
Contoh vaksin konjugasi adalah vaksin DPT dan vaksin MMR.
Contoh vaksin konjugasi adalah vaksin DPT dan vaksin MMR.
4. Vaksin Konjugat
4. Vaksin Konjugat
5. Vaksin Rekombinan.
5. Vaksin Rekombinan.
Susunan vaksin ini (misal hepatitis B) memerlukan epitoporganisme yang patogen. Sintesis Susunan vaksin ini (misal hepatitis B) memerlukan epitoporganisme yang patogen. Sintesis dari antigen vaksin tersebut melalui isolasi dan penentuan kode gen epitop bagi sel penerima dari antigen vaksin tersebut melalui isolasi dan penentuan kode gen epitop bagi sel penerima vaksin.
vaksin.
Terdapat 3 jenis Terdapat 3 jenis
vaksin yang vaksin yang dihasilkan dihasilkan
Vaksin Vaksin hepatitis hepatitis
B B
Vaksin Vaksin tifoid tifoid (Ty21a) (Ty21a)
Tiga dari 4 virus Tiga dari 4 virus yang berada dalam yang berada dalamvaksin rotavirusvaksin rotavirus
6. Vaksin DNA 6. Vaksin DNA
Vaksin ini berdasarkan isolasi DNA mikroba yang mengandung kode Vaksin ini berdasarkan isolasi DNA mikroba yang mengandung kode antigen yang patogen dan saat
antigen yang patogen dan saat ini dalam pengembangan penelitian.ini dalam pengembangan penelitian.
B
Beerrddaassaarrkkaann FFuunnggssiinnyyaa VVaakkssiinn tteerrbbaaggii mmeennjjaaddii 88 mmeennuurruutt ((MMuullyyaannii,, 2
2001133)) yyaaiittuu :: VVaakkssiinn BBCCGG ((bbaacciilllluuss ccaallmmeettttee gguueerriinnee)) yyaaiittuu uunnttuukk ppeemmbbeerriiaann kkeekkeebbaallaann aakkttiiff tteerhrhaaddaapp ttuubbeerrkkuullososaa.. VVaakkssiinn DDPPTT (D(Diifftteerrii Pa
Partrtususisis TeTetatanunus)s) ununtutukk pepembmbereriaiann kekekekebabalalann sesecacarara ststimimululanan teterhrhadadapap di
diftftereri,i, pepertrtususisis,, dadann tetetatanunus.s.
di
diftftereri,i, pepertrtususisis,, dadann tetetatanunus.s.
((sumber : vaccine fact book 2012sumber : vaccine fact book 2012))
((sumber : vaccine fact book,2012sumber : vaccine fact book,2012))
(( bb ii ff t bt b k 2012k 2012))
((sumber : vaccine sumber : vaccine fact book,2012fact book,2012))
Struktur dan Elemen Genetik Struktur dan Elemen Genetik V
Vaksaksin in DNADNA teterdirdiriri dardarii 2 2 uniunit:t:
unit propagasi plasmid yang berfungsi sebagai unit propagasi plasmid yang berfungsi sebagai pengendali replikasi dan perbanyakan plasmid DNA pengendali replikasi dan perbanyakan plasmid DNA
secara
secara in vitroin vitro dalam sel bakteri, sesuai dengandalam sel bakteri, sesuai dengan jumlah dan vo
jumlah dan volume yang diinlume yang diinginkan pada saatginkan pada saat diproduksi
diproduksi
fragmen DNA yang mengandung gen vaksin fragmen DNA yang mengandung gen vaksin yang telah dikloning ke dalam plasmid DNA, yang telah dikloning ke dalam plasmid DNA, dimana gen vaksin ini
dimana gen vaksin ini diharapkdiharapkan mengekspresian mengekspresi protein asing di dalam sel
protein asing di dalam sel hospes (tubuhhospes (tubuh manusia)
manusia)
Konjugasi Konjugasi
Konjugasi (
Konjugasi ( Crosslinking Crosslinking ) merupakan suatu proses ) merupakan suatu proses kimia untuk menggabungkan dua atau lebih kimia untuk menggabungkan dua atau lebih
molekul dengan suatu ikatan kovalen (Hayworth, molekul dengan suatu ikatan kovalen (Hayworth,
2014.).
2014.).
diaplikasikan untuk membuat suatu sistem diaplikasikan untuk membuat suatu sistem termodifikasi berbasis protein yang berfungsi termodifikasi berbasis protein yang berfungsi
untuk deteksi,
untuk deteksi, assay tracking assay tracking atau mentarget atau mentarget suatu molekul biologi (Hermanson, 1996).
suatu molekul biologi (Hermanson, 1996).
Untuk beberapa bakteri, transmisi DNA Untuk beberapa bakteri, transmisi DNA plasmid dari sel donor ke sel penerima plasmid dari sel donor ke sel penerima tte ella ah h di dig gun una ak ka an n u un nttu uk k m me en nttrra an ns sffe er r p
plla as sm miid d y ya an ng g d diim ma as su uk kk ka an n k ke e k
ko on ns sttrru uk ks si i D DN NA A u un nttu uk k m me en njja ad di i s se ell iin na an ng g y ya an ng g ttiid da ak k s se eg ge erra a di
ditr tran ansf sfor orma masi sika kan. n.be bebe bera rapa pa pl plas asmi mid d s
se ec ca arra a g ge en ne ettiik k d diille en ng gk ka ap pi i u un nttu uk k me
memb mben entu tuk k pe pers rsim impa pang ngan an se sel- l-ke ke-s -sel el melalui DNA plasmid yang dipindahkan melalui DNA plasmid yang dipindahkan dari satu sel ke sel lainnya
dari satu sel ke sel lainnya
Ko
Kont ntak ak ya yang ng ef efek ekti tif f an anta tara ra se sel l do dono nor r da
dan n pe pene neri rima ma di dise seba babk bkan an ol oleh eh fu fung ngsi si k
kon onju juga gati tif: f: da dan n tr tran ans sffer er DN DNA A s se eca cara ra mekanis merupakan akibat dari fungsi mekanis merupakan akibat dari fungsi pergerakan
pergerakan
Mekanisme vaksin konjugasi Mekanisme vaksin konjugasi
KKop opliling ng ddar arii ssak akar arid idaa ke ke ppro roteteiinn m men engu gubbah ah po polilisa sakkaaririddaa m men enjajadi di aanntitiggen en T- T- ddeeppeennddeenntt,, yyaanngg m meenngghhaassiillkkaann rreessppoonn kkeekkeebbaallaann yyaanngg kkuuaatt ppaaddaa bbaayyii ddaann oran
orangg dewa dewasa. sa.
VVaakkssiin n gglliikkookkoonnjjuuggaat t iinnii m meenngghhaassiillkkaann bbaannttuuaann sseell TT uunnttuukk sseell BB yyaanngg men
mengh ghas asililka kann an antib tibod odii IgG IgG pa pada da pol polisisak akar arid idaa ter terko konj njuga ugasisi..
GGllyyccooccoonnjjuuggaatteess m meennggiinndduukkssii ppeennggaalliihhaann IIggM M--ttoo--IIggGG PPSS--ssppeessiiffiikk,, pe
peng ngem embbaang ngaann se sell BB m mem emor ori,i, pe pem mat ataannga gann af afin inititas as,, da dann me mem mor orii se sell TT lalam maa..
VVaakkssiinn ggllyyccooccoonnjjuuggaattee tteellaahh m meem maaiinnkkaann ppeerraann bbeessaarr ddaallaam m m meenncceeggaahh ppen enya yaki kitt m men enul ular ar ya yanngg ddisiseebbab abka kann ololeh eh pa pato toge genn jajaha hatt ssep eper ertiti HH.. in inflfluuen enza zae,e, Strep
Streptoc tococc occus us pneu pneumon moniae iae,, dan dan Neis Neisser seriaia men mening ingitid itidis. is.
Polisaka Polisaka
rida
rida antigen T- antigen T-
dependent
dependent
responresponkekebalan yang kekebalan yang kuat pada bayi kuat pada bayi
dan orang dan orangdewasadewasa
sakarida sakarida
protein protein
Vaksin Vaksin
"
"glikokonjugat”glikokonjugat”
sel B
sel B sel T sel T
antibodi IgG antibodi IgG
pada pada polisakarida polisakarida terkonjugasi terkonjugasi
GGllyyccooccoonnjjuuggaatteess m meennggiinndduukkssii ppeennggaalliihhaann IIggM M--ttoo--IIggGG PPSS--ssppeessiiffiikk,, pe
peng ngem emba bannga gann se sell BB me mem mor ori,i, pe pem mat ataang ngaann af afin inititas as,, da dann m mem emor orii se sell TT lalam maa..
Kopling Kopling
Keuntungan utama dari teknologi Keuntungan utama dari teknologi
vaksin konjugasi vaksin konjugasi
Perbaikan priming:
Perbaikan priming:
imunogenik juga di imunogenik juga di Indonesia bayi dan anak Indonesia bayi dan anak
kecil (Ab-response, kecil (Ab-response, predomi
predomi dari dari isotipeisotipe IgG1).
IgG1).
Kemampuan untuk Kemampuan untuk memunculkan ingatan memunculkan ingatan
respon imunogenik respon imunogenik (produksi memori lama (produksi memori lama B-sel) dan efek penguat B-sel) dan efek penguat pada kontak baru dengan pada kontak baru dengan
antigen spesifik antigen spesifik (vaksinasi ulang).
(vaksinasi ulang).
Kemampuan menuju Kemampuan menuju kematangan afinitas kematangan afinitas Respon-Ab, dengan Respon-Ab, dengankonsekuensinyakonsekuensinya pen
peningingkatkatan ab -an ab - ag fiag fitt dan memperbaiki fungsi dan memperbaiki fungsi
opsonising opsonising
Membentuk respon imun Membentuk respon imun
mukosa
mukosa (sekretori (sekretori IgAIgA dan IgG aktif
dan IgG aktif mukosalnya).
mukosalnya).
Pengurangan gerbong Pengurangan gerbong mukosa (prasyarat dari mukosa (prasyarat dari perlindungan kawanan) perlindungan kawanan)
Reagen Reagen
TTeekknniikk kkoonnjjuuggaassii tteerrggaannttuunngg ppaaddaa gguugguuss ffuunnggssiioonnaal l rreeaakkttiiff ddaarrii re reaage gen n crosslinking crosslinking maupun maupun dari dari molekul molekul target. target. Jika Jika ssaallaahh ssaattuu ttiiddaakk m meem miilliikkii gguugguuss rreeaakkttiiff,, aattaauu jjiikkaa kkeedduuaannyyaa ttiiddaak k kkoom mppaattiibbeell m maakkaa rreeaakkssii kkoonnjjuuggaassii ttiiddaakk aakkaann bbeerrhhaassiil l (He
(Herma rmanson nson,, 199 1996). 6).
SSeehhiinnggggaa jjiikkaa iinnggiinn m meennddaappaattkkaann hhaassiill rreeaakkssii yyaanngg ooppttiim maall,, ppeerrllu u di
dila laku kuka kann ppem emililih ihan an an anttaara ra re reaage gen n crosslinking crosslinking ddaann m moolleekkuull ttaarrggeet t yang
yang tepat. tepat.
y g y g pp
KONJUGASI REAGEN KONJUGASI REAGEN
BBiiookkoonnjjuuggaassii aaddaallaahh ppeenngghhuubbuunngg dduuaa bbiioom moolleekkuull uunnttuuk k membentuk
membentuk yang yang ketiga, ketiga, yaitu yaitu bioconjugate, bioconjugate, yang yang mempertahankan
mempertahankan sifat sifat masing-masing masing-masing individu individu namun namun menambah
menambah kemampuan kemampuan yang yang lebih lebih besar besar kombinasi. kombinasi.
K
Koonnjjuuggaassii uum muum mnnyyaa tteerrbbeennttuukk m meellaalluuii ppeennggeennaallaan n kkeelloom mppookk ffuunnggssiioonnaall tteerrppiissaahh kkee m maassiinngg--m maassiinngg dduua a bbiioom moolleekkuull ddaann kkeem muuddiiaann ddiiccaam mppuurr bbeerrssaam maa uunnttuuk k membentuk
membentuk bioconjugate bioconjugate yang yang diinginkan. diinginkan.
•
•
D Daallaam m ddiiaaggnnoossttiikk,, EELLIISSA A ((eennzzyym mee--lliinnkkeedd iim mm muunnoossoorrbbeennt t aassssaayyss)) ppaalliinngg bbaannyyaakk m meettooddee bbeerrbbaassiiss kkoonnjjuuggaassii yyaanng g ddiigguunnaakkaann sseeccaarraa lluuaass uunnttuukk m meennddeetteekkssii aannttiiggeenn tteerrkkaaiit t penyakit
penyakit pada pada keduanya keduanya penelitian penelitian dan dan lingkungan lingkungan klinis. klinis.
•
•
BBiiookkoonnjjuuggaatt jjuuggaa ddiigguunnaakkaann ddaallaam m tteekknniikk iim muunnoohhiissttookkiim miia a kkllaassiikk yyaanngg m meenngggguunnaakkaann kkoonnjjuuggaatt aannttiibbooddii nneeoonn aattaauu eennzziim m melokalisasi
melokalisasi dan dan mengenali mengenali komponen komponen seluler seluler secara secara spasial. spasial.
M
Me ettood de e iinn ssiittuu ssuud daah h b baannyyaakk d diigguunnaakkaann uunnttuukk m me ennd de ette ekkssii be
berb rbag agai ai ko komp mpon onen en se selu lule lerr ya yang ng me meli lipu puti ti::
Pr Prot otei einn si sito topl plas asma ma da dann nu nukl klir ir
DN DNA A ge geno nomi mikk
R RN NA A,, tte errm maasu sukk M MR RN NA A,, R RR RN NA A,, d daann M MI IR RN NA AS S
Ko Komp mpon onen en st stru rukt ktur ural al se sepe pert rtii or orga gane nell da dann mi mikr krof ofil ilam amen en..
KKoonnjjuuggaassii H Haapptteenns s PPeeppttiidda a kkee Pro
Prote tein in Pe Pemb mbaw awaa
M
Moolle ekkuull d de ennggaann m maassssaa m moollaarr yyaanngg rre ennd daah h,, d
dia iannttaara rannya ya,, sse eb baaggaaii ccoonnttoh oh ppe eppttiid daa ssiinnttes esiiss kkiim miiaa,, d diim maannaa d daallaam m b be eb be erraappaa kkaassuuss ttiid daakk d
daappaatt m maassuukk uunnttuukk m me ennggiinnd duukkssii aannttiib bood dyy ppaad daa h he ew waann,, d de ennggaann d de em miikkiiaann m moolle ekkuull iinnii h
haarruuss b be erriikkaattaann aattaauu b be errkkoonnjjuuggaassii d de ennggaann mo
mole leku kull pe pemb mbaw awaa
Beberapa contoh pembawa Beberapa contoh pembawa
makromolekul makromolekul
hemolymph hemolymph dari dari keyhole keyhole limpet limpet Me Megathura crenulat gathura crenulataa
(KLH), (KLH),
hemolymph dari eatable snail hemolymph dari eatable snail elix elix pom pomatia atia ,,
hemolymph dari horseshoe crab hemolymph dari horseshoe crab Limulus polyphemus Limulus polyphemus ,,
Albumin serum kationisasi, Albumin serum kationisasi,
telur ayam ovalbumin, telur ayam ovalbumin,
thyreoglobulin, thyreoglobulin,
Dekstran. Dekstran.
Reagen
Reagen kopling kopling yang yang digunakan digunakan untuk untuk hapten- hapten- carier konjugasi adalah sebagai berikut :
carier konjugasi adalah sebagai berikut :