• No se han encontrado resultados

Validasu Produksi

N/A
N/A
rindaaul utamii

Academic year: 2022

Share "Validasu Produksi"

Copied!
3
0
0

Texto completo

(1)

TEORI PRODUKSI

Tegu Budi Utomo

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

[email protected]

Produksi adalah suatu kegiatan untuk menaikkan nilai tambah pada suatu barang dengan melibatkan beberapa faktor produksi secara bersama-sama1. Dapat dipahami bahwa produksi ialah suatu aktivitas yang dilakukan untuk mengubah input menjadi output atau dapat dipahami dengan kegiatan untuk menambah nilai pada suatu barang atau jasa dengan melibatkan faktor produksi sebagai inputnya2.

Dalam suatu proses produksi dibutuhkan input yang berupa faktor-faktor produksi yaitu alat atau sarana agar kegiatan berjalan dengan lancar. Sehingga, jika faktor produksi tidak ada, maka proses produksi juga tidak akan berlangsung.

Tenaga kerja merupakan faktor penggerak, tanpa adanya tenaga kerja maka faktor produksi lain tidak akan berarti. Meningkatnya produktifitas tenaga kerja akan mendorong peningkatan produksi sehingga pendapatan pun akan ikut meningkat. Salain dari pada itu Teknologi merupakan faktor lain yang mempengaruhi proses produksi. Teknologi sebagai suatu alat bantu dapat dimanfaatkan dalam proses produksi dengan bantuan teknologi berupa mesin dapat mempercepat dan memudahkan proses produksi yang dilakukan3.

Dalam persektif Islam, Munrokhim mengutip beberapa pendapat para pakar ekonomi Islam, diantaranya; Kahf mendefinisikan kegiatan produksi dalam perspektif Islam sebagai usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materialnya, tetapi juga moralitas, sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup sebagaimana digariskan dalam agama yaitu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat4.

1 Muhyina Muin, ‘Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Hasil Produksi Merica Di Desa Era Baru Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai’, Jurnal Economix, 5.2 (2017), 203–14

<https://ojs.unm.ac.id/economix/article/view/5374/3114>. h. 206

2 Maharani Lutfiah Damayanti, ‘Teori Produksi’, Jurnal Pertanian Terpadu, 2.1 (2013), 1–15

<http://eprints.umsida.ac.id/id/eprint/6985>. h. 2

3 I Gede Ari Bona Tungga Dangin and A.A.I.N. Marhaeni, ‘Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengerajin Pada Industri Kerajinan Kulit Di Kabupaten Badung’, E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 7 (2019), 681 <https://doi.org/10.24843/eeb.2019.v08.i07.p02>. h. 689

4 Eja Armaz Hardi, ‘Etika Produksi Islami: Maslahah Dan Maksimalisasi Keuntungan’, El-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam, 8.1 (2020), 98–119. h. 105

(2)

Dalam perspektif Islam, menurut Munrokhim tujuan seorang produsen dalam melakukan kegiatan produksi adalah menyediakan barang dan jasa yang memberikan maslahah maksimum bagi konsumen yang dibagi menjadi beberapa aspek: pertama, pemenuhan kebutuhan manusia pada tingkat moderat; kedua, menemukan kebutuhan masyarakat dan pemenuhannya; ketiga, menyiapkan persediaan barang/jasa di masa depan;

keempat, pemenuhan sarana bagi kegiatan sosial dan ibadah kepada Allah5.

Tujuan produksi dalam Islam bukan hanya memenuhi kebutuhan materialnya saja namun juga untuk mencapai tujuan akhirat, hal ini mempunyai implikasi penting diantaranya:

Pertama, Produk-produk yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai moralnya sebagaimana ditetapkan Al Qur’an, yang dilarang.

Kedua, aspek sosial produksi ditekankan dan secara ketat dikaitkan dengan proses produksi.

Ketiga, Masalah ekonomi bukanlah masalah yang jarang terdapat dalam kaitanya dengan berbagai kebutuhan hidup tetapi ia timbul karena kemalasan dan kealpaan manusia dalam usahanya untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari anugerah-anugerah Allah SWT baik dalam bentuk sumber-sumber manusiawi maupun sumber-sumber alami6.

Dalam ekonomi konvensional, tujuan produksi adalah:

1. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan dengan jalan meningkatkan proses produksi secara terus menerus.

2. Meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara meminimumkan biaya produksi 3. Meningkatkan jumlah dan mutu produksi

4. Memperoleh kepuasan dari kegiatan produksi

5. Memenuhi kebutuhan dan kepentingan produsen serta konsumen.

Dengan demikian tujuan produksi dalam ekonomi konvensional berbeda dengan tujuan produksi dalam Islam, dalam konvensional lebih ditekankan pada keuntugan yang sebesar-besarnya, sedangkan produksi dalam Islam lebih kepada pemenuhan segala kebutuhan manusia demi terciptanya kemaslahatan baik individu maupun kolektif tanpa mengabaikan unsur sosialnya.

5 Hardi. h. 105

6 Fauziyah, ‘Teori Produksi Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Konvensional’, As-Salam I, VI.2 (2017), 191–204.

(3)

Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam kegiatan produksi yaitu: khilafah, adil dan takafu. Secara rinci ada dua belas rincian yaitu; (1) berwawasan jangka panjang yaitu berorientasi pada tujuan akhirat; (2) menepati janji dan kontrak, baik dalam lingkup internal atau eksternal; (3) memenuhi takaran, ketetapan, kelugasan dan kebenaran; (4) berpegang teguh pada kedisiplinan dan dinamis; (5) memuliakan prestasi dan produktivitas; (6) mendorong ukhuwah antar sesame pelaku ekonomi; (7) menghormati hak miliki individu; (8) mengikuti syarat dan rukun akad dan transaksi; (9) adil dalam bertransaksi; (10) memiliki wawasan sosial; (11) pembayaran upah tepat waktu dan layak, dan; (12) menghindari jenis dan proses produksi yang diharamkan dalam Islam7.

REFERENSI

Damayanti, Maharani Lutfiah, ‘Teori Produksi’, Jurnal Pertanian Terpadu, 2.1 (2013), 1–15

<http://eprints.umsida.ac.id/id/eprint/6985>

Fauziyah, ‘Teori Produksi Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Konvensional’, As- Salam I, VI.2 (2017), 191–204

Hardi, Eja Armaz, ‘Etika Produksi Islami: Maslahah Dan Maksimalisasi Keuntungan’, El- Jizya: Jurnal Ekonomi Islam, 8.1 (2020), 98–119

Muin, Muhyina, ‘Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Hasil Produksi Merica Di Desa Era Baru Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai’, Jurnal Economix, 5.2 (2017), 203–14

<https://ojs.unm.ac.id/economix/article/view/5374/3114>

Tungga Dangin, I Gede Ari Bona, and A.A.I.N. Marhaeni, ‘Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengerajin Pada Industri Kerajinan Kulit Di Kabupaten Badung’, E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 7 (2019), 681

<https://doi.org/10.24843/eeb.2019.v08.i07.p02>

7 Hardi. h. 115

Referencias

Documento similar

Jika batu terletak di dalam ginjal, pembedahan dilakukan dengan nefrolitotomi (Insisi pada ginjal untuk mengangkat batu atau nefrektomi, jika ginjal tidak berfungsi

Apabila keadaan berlanjut, maka detrusor menjadi lelah dan akhirnya mengalami dekompensasi dan tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi urin yang selanjutnya

Dari crashing yang dilakukan dengan alternatif penambahan tenaga kerja pada pekerjaan struktur proyek pembangunan Jembatan Kuwil Sawangan dapat diambil kesimpulan bahwa

Untuk koneksi internet digunakan USB Modem dan akses internet dapat dilakukan dari Laptop Client dengan beberapa IP address tidak dapat diakses/diblokir.. FTP

Secara umum separator berfungsi untuk memisahkan fluida produksi menjadi dua atau tiga phasa.. Berdasarkan phasa pemisahan separator

Berdasarkan hasil yang telah dijelaskan sebelumnya, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa F1 dan F3 merupakan gummy yang nilai kekerasannya mendekati pada

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ekstrak cengkeh dapat dibuat dalam bentuk patch bukal dengan sifat farmaseutik yang meliputi organoleptik dengan penampakan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak etanol daun Pare (Momordica charantia L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap