Analisis Kolorimetri Kadar Besi(III) dalam Sampel Air Sumur
Analisis Kolorimetri Kadar Besi(III) dalam Sampel Air Sumur
Oleh :
Chevi Ardiana Rusmawan, Djulia Onggo, dan Irma Mulyani
diterbitkan 23 September 2011 Oleh :
Chevi Ardiana Rusmawan, Djulia Onggo, dan Irma Mulyani
diterbitkan 23 September 2011
Rini Anggraini Putri Halimah
Metty Lolita
Wulandari Fera Fajrin
Pendahuluan
Kolorimetri adalah suatu metode analisa kimia yang berdasarkan pada perbandingan intensitas warna larutan dengan warna larutan standarnya.
Metode ini merupakan bagian dari analisis fotometri.
Fotometri adalah bagian dari optik yang mempelajari mengenai kuat cahaya(intensity) dan derajat penerangan(brightness).
Metode Kolorimetri merupakan bagian dari metode spektroskopi sinar tampak yang berdasarkan pada panjang sinar tampak oleh suatu larutan berwarna.
Kolorimetri adalah suatu metode analisa kimia yang berdasarkan pada perbandingan intensitas warna larutan dengan warna larutan standarnya.
Metode ini merupakan bagian dari analisis fotometri.
Fotometri adalah bagian dari optik yang mempelajari mengenai kuat cahaya(intensity) dan derajat penerangan(brightness).
Metode Kolorimetri merupakan bagian dari metode spektroskopi
sinar tampak yang berdasarkan pada panjang sinar tampak
oleh suatu larutan berwarna.
Metode penelitian
Pembuatan larutan standar besi(III) dengan konsentrasi (0,3 – 2 ppm)
Larutan blanko dibuat dari campuran HNO3 4 M (3 mL) dan KSCN 2 M (5 mL) yang ditambahkan aquadest sampai tanda batas labu takar dan kemudian dikocok sampai homogen
Metode penelitian
Preparasi sampel air sumur
Air
Metode penelitian
Pengukuran dengan spektrofotometer UV-Vis
Hasil dan Pembahasan
Garam rangkap NH4Fe(SO4)2.12H2O digunakan sebagai bahan untuk membuat larutan baku besi(III).
Garam rangkap NH4Fe(SO4)2.12H2O digunakan sebagai bahan untuk membuat larutan baku besi(III).
Garam rangkap ini dipilih karena tergolong garam rangkap yang paling stabil dibandingkan garam rangkap lainnya seperti FeCl3, dan Fe(NO3)3.
Garam rangkap ini dipilih karena tergolong garam rangkap yang paling stabil dibandingkan garam rangkap lainnya seperti FeCl3, dan Fe(NO3)3.
Pereaksi yang digunakan untuk membentuk senyawa kompleks besi(III) adalah larutan KSCN.
Pereaksi yang digunakan untuk membentuk senyawa kompleks besi(III) adalah larutan KSCN.
Senyawa kompleks tersebut mempunyai rumus molekul [Fe(SCN)6]3⁻ yang berwarna merah jingga.
Senyawa kompleks tersebut mempunyai rumus molekul [Fe(SCN)6]3⁻ yang berwarna merah jingga.
Hasil dan pembahasan
hijau
Warna merah
jingga
Hasil dan pembahasan
Pengukuran absorbansi untuk larutan standar besi(III) dan absorbansi sampel air sumur diukur pada λmax = 480 nm. Dan pH larutan standar besi(III) dan sampel berkisar dari 1,74 – 1,84.
Pengukuran absorbansi untuk larutan standar
besi(III) dan absorbansi sampel air sumur
diukur pada λmax = 480 nm. Dan pH larutan
standar besi(III) dan sampel berkisar dari 1,74
– 1,84.
Hasil dan pembahasan
Tabel 1 menunjukkan hasil pengukuran absorbansi pada
masing – masin konsentrasi larutan standar besi(III) yang
dibuat.
Tabel 1 menunjukkan hasil pengukuran absorbansi pada
masing – masin konsentrasi larutan standar besi(III) yang
dibuat.
Hasil dan pembahasan
Absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi artinya semakin besar nilai konsentrasi larutan maka warna yang dihasilkan akan semakin tajam dan intensitas cahaya yang diserap oleh larutan berwarna akan semakin besar sehingga nilai serapannya (absorbansi) menjadi bertambah besar.
Absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi
artinya semakin besar nilai konsentrasi larutan
maka warna yang dihasilkan akan semakin tajam
dan intensitas cahaya yang diserap oleh larutan
berwarna akan semakin besar sehingga nilai
serapannya (absorbansi) menjadi bertambah besar.
Hasil dan pembahasan
Dari hasil pengukuran nilai absorbansi terlihat adanya peningkatan nilai absorbansi
seiring bertambahnya konsentrasi larutan standar
besi(III).
Dari hasil pengukuran nilai absorbansi terlihat adanya peningkatan nilai absorbansi
seiring bertambahnya konsentrasi larutan standar
besi(III).